Marpangir, Tradisi Sambut Ramadhan

HORASNEWS.COM-Memasuki bulan ramadhan, ragam tradisi orang Tapanuli, Sumatra Utara menyambutnya. Salah salah satunya adalah Marpangir mandi membersihkan diri di aliran sungai dengan ramu-ramuan.

Tradisi marpangir bagi warga Sumatra Utara sudah berlangsung ratusan tahun jika memasuki bulan puasa. Kebiasaannya, warga berbondong-bondong ke aliran sungai membawa ramu-ramuan untuk membersihkan diri.

Ramu-ramuan itu terdiri dari dedaunan yang harum, diantaranya daun pandan, kesturi dan jeruk lainnya. Ramu-ramuan itu disiramkan ke sekujur tubuh. “Tradisi ini sudah berlangsung ratusan tahun lalu,” ujar Imron, warga Sungai Kanan.

Hasil rebusan beberapa rempah-rempah tersebut segera akan dijadikan prosesi mandi keramas menyambut kehadiran bulan suci Ramadan. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya tradisi marpangir (mandi pangir) atau balimo (mandi jeruk limau) sudah dijadikan sarana bersih bersih diri.

Bagi banyak kalangan, khususnya, warga bersuku Batak, bahkan, kalangan muslim Melayu sudah demikian kenal dengan istilah tersebut. Tradisi itu, wujud rasa gembira menyongsong hadirnya Bulan Suci Ramadan.

Sehingga, ketika sore sehari sebelum Ramadan, warga membasuh seluruh tubuh (mandi keramas) dengan rebusan rempah-rempah tersebut.

Tetapi saat ini, sudah banyak warga tidak membuat ramua-ramuan itu, karena sudah ada alat pembersih seperti sampo atau clere. (red)

loading...

Tuliskan Komentar Anda