Kota Padang Tanpa Iklan Rokok

Padang Tanpa Iklan Rokok

HORASNEWS.COM-Kota Padang, Sumatra Barat tidak bisa lagi dipasang iklan rokok di jalanan. Pemerintah Kota Padang telah melarang pemasangan iklan seluruh  rokok, karena dinilai merusak generasi.

Wanda Leksmana, selaku Program Manager Ruandu Foundation  sebagai lembaga swadaya masyarakat yang bergerak dalam isu pemenuhan dan perlindungan anak di kota padang sangat mengapresiasi keteguhan komitmen dari Waikota Padang untuk melarang Total Iklan, Promosi dan Sponsor rokok di Kota Padang tahun 2018.

“Walaupun Ranperda Perubahan Atas Perda Kota Padang Nomor 24 Tahun 2012 Tentang Kawasan Tanpa Rokok belum mempunyai status hukum yang tetap karena pengesahannya ditunda,” ujarnya, kemarin (18/1).

Menurtu dia,  Pemko melalui Bapenda Kota Padang tidak memberikan izin kontrak baru dan perpanjangan kontrak bagi iklan rokok, Reklame rokok yang masih ada karena kontraknya belum habis.  Secara bertahap reklame rokok hilang di Kota Padang tahun 2018 dan masyarakat bisa menyaksikan langsung.

Pelarangan ini tentu memiliki tujuan untuk pembangunan karakter dan perlindungan anak dari dampak buruk rokok atau pengaruh iklan, promosi dan sponsor rokok yang menargetkan anak-anak atau perokok pemula.

Telah banyak data dan fakta serta penelitian yang membuktikan keabsahan dari pengaruh iklan rokok.

Setidaknya 99,6 % Remaja terpapar iklan rokok luar ruang berdasarkan survey Komnas Perindungan tahun 2012.  Survey yang dilakukan Ruandu pada tahun 2015 bahwa 85% Sekolah di Kota Padang dikelilingi iklan rokok.

Bahwa 77 % anak dan remaja di Kota Padang tertarik mencoba rokok karena iklan dan promosi dan sponsor rokok berdasarkan survey yang dilakukan Ruandu Foundation Tahun 2017.

Studi Universitas Hamka tahun 2007 bahwa 46,3% remaja mengaku iklan rokok memengaruhi mereka untuk memulai merokok.

Pelarangan iklan, promosi dan sponsor rokok bertujuan melindungi generasi muda untuk menurunkan angka prevalensi perokok dibawah 18 Tahun sebesar 25% sesuai mandat peraturan presiden No. 2 Tahun 2015 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional.

Muara dari komitmen ini tentunya untuk mewujudkan Kota Padang sebagai Kota Layak Anak yang artinya Kota Padang harus memiliki sebuah sistem perlindungan dan pemenuhan hak anak yang holistik dan terintegrasi dari semua sektor pembangunan seperti peranan eksekutif, legislatif, yudikatif, masyarakat, dunia usaha, lembaga swadaya masyarakat dll.

Pelarangan ini merupakan salah satu bentuk memberikan perlindungan dan pemenuhan hak anak di daerah.

Harapan kami kepada DPRD Kota Padang supaya menyetujui Ranperda Perubahan tentang KTR dan bersama-sama dengan Walikota Padang untuk mengesahkannya menjadi Perda.

“Warga kota padang dan generasi muda menunggu kepastian hukum yang dibuat legislatif bersama eksekutif supaya wajah kota Padang menjadi indah dan ramah bagi anak-anak yang tinggal dan berkunjung ke padang karena tidak akan kita jumpai lagi iklan, promosi dan sponsor rokok di Kota Padang,” ujarnya.  (Idris)

loading...

Tuliskan Komentar Anda