Kesaksian M Handoko Saat Diancam Teroris

HORASNEWS.COM-Seorang anggota Pemadam Kebakaran (Damkar) Pemkab Dharmasraya, Sumatera Barat, rupanya diancam dan diusir oleh dua orang pelaku pembakar Mapolres Dharmasraya, ketika sedang melakukan pemadaman bangunan polres yang terbakar. Karena takut, anggota damkar tersebut kabur menyelamatkan diri.

Mujid Handoko, 25 tahun, anggota Damkar Pemkab Dharmasraya dimintai keterangan oleh penyidik Polres Dharmasraya, terkait kesaksiannya pada minggu dinihari ketika tengah melakukan pemadama bangunan Polres Dharmasraya yang terbakar. Dalam keterangannya kepada penyidik, Muji menuturkan bahwa ketika dirinya dan kawan-kawannya tengah melakukan proses pemadam, datang dua orang pria yang memakai penutup wajah menghampiri mereka.

Sambil memegang panah, salah seorang pelaku memerintahkan Muji Handoko yang bertindak sebagai sopir mobil damkar untuk turun dari kendaraannya. Melihat dirinya terancam, Muji dan beberapa orang temannya langsung pergi meninggalkan kendaraan mereka. Muji dan rekannya merasa terancam karena kedua pelaku pembakar mapolres tersebut membawa panah dan senjata tajam.
“Salah seorang berteriak menyuruh saya turun sambil membuka pintu mobil. Saya melihatnya membawa panah dan pisau. Kami langsung turun dan pergi menjauh,” kata Muji Handoko, anggota Damkar Pemkab Dharmasraya.
Dari kejauhan, Muji dan kawan-kawannya sempat mendengar teriakan-teriakan jihad, dan tembakan panah ke arah anggota polisi yang datang menyerbu kedua pelaku tersebut. Tak lama kemudian terdengar letusan senjata api, yang diduga milik polisi, yang berhasil menembak mati kedua pelaku pembakar mapolres.
Setelah situasi aman terkendali, muji dan rekannya kemudian diminta kembali bertugas memadamkan Mapolres Dharmasraya yang terbakar. (dio)
loading...

Tuliskan Komentar Anda