Kereta Api Bandara Minangkabau Dievaluasi, Ini Kelemahannya

Inilah Kereta Api ke Bandara Internasional Minangkabau

HORANEWS.COM-Tiga bulan beroperasi, Kereta Api Bandara Minangkabau Ekspres jurusan Kota Padang dan Bandara Internasional Minangkabau (BIM) Padang Pariaman, Sumatra Barat dievaluasi. Dirjen Pekeretaapian Kementerian Perhubungan Zulfikri mengakui masih banyak kelemahan dan kekurangan selama beroperasi.

Demikian terungkap dalam diskusi, di Hotel Inna Muara, Kota Padang, Sumatra Barat, Jumat (10/08/2018) sore.

Ada beberapa kelemahan sejak beroperasinya secara resmi (21 Mei 2018) Kereta Api Bandara Minangkabau Ekspres. Diantaranya, masyarakat belum bisa mengakses pembelian tiket melalui onlie.

“Sebagaimana diketahui, kalangan mahasiswa telah terbiasa dengan internet jadi kedepan kita akan lakukan pembelian tiket KA ke Bandara Minangkabau lewat online,” ujar Dirjen Perkerataapian Kementerian Perhubungan Zulfikri.

Disampaing itu, masyarakat juga sulit dan susah akses ke stasiun Simpang Haru. Seharusnya, PT KAI membuat lebih banyak halte-halte yang bisa diakses masyarakat.

Menurut dia, kedepan  kereta api bandara Minangkabau Ekspress bisa difungsikan sebagai kereta komuter untuk melayani kebutuhan transportasi masyarakat dari pinggir ke pusat kota.

“Kami harus mengubah sudut pandang tentang kereta api bandara ini. Pemanfaatannya tidak harus untuk ke bandara, bisa juga melayani transportasi harian masyarakat,” katanya.

Menurutnya agar bisa dimanfaatkan sebagai angkutan harian masyarakat, perlu ditambah beberapa sarana seperti halte untuk naik dan turun penumpang.

Selama ini ada dua shelter kereta api yang berada antara Stasiun Simpang Haru, Padang dan Bandara Internasional Minangkabau (BIM).

Dua shelter itu masing-masing di Alay, Siteba dan shelter Basco di Air Tawar. Ke depan shelter tersebut akan ditingkatkan menjadi halte agar akses masyarakat untuk naik dan turun kereta makin banyak.

“Nanti mahasiswa dan masyarakat di sekitar Simpang Haru yang ingin ke Air Tawar, bisa menggunakan kereta api dan turun di halte Basko. Demikian juga sebaliknya,” kata dia.

Selain itu integrasi antarmoda angkutan juga akan diupayakan. Masyarakat yang turun dari angkot atau Trans Padang harus bisa mengakses stasiun atau halte kereta api sehingga moda tranportasi itu berkembang.

“Secara bertahap kita akan tingkatkan layanan pada masyarakat Sumbar,” ujarnya.

Kereta api Bandara Internasional Minangkabau yang dinamakan Minangkabau Ekspress diresmikan penggunaannya oleh Presiden Joko Widodo, tanggal 21 Mei 2018 lalu.

Kereta api bandara minangkabau sendiri melayani rute sepanjang 22 Kilometer, dengan waktu tempuh tiga puluh menit.

Kehadiran kereta api bandara minangkabau diharapkan pemerintah sumbar bisa mengurangi kemacetan lalu lintas , dan memperlancar akses warga menuju bandara dan sebaliknya

Kereta itu adalah yang ketiga di Indonesia setelah bandara Kualanamu Sumatera Utara dan Soekarno-Hatta, Banten. (Idris)

loading...

Tuliskan Komentar Anda