Kecepatan Topan Irma Mencapai 297 Km Per Jam

HORASNEWS.COM-Topan Irma mulai memasuki Miami Florida Amerika Serikat (AS), kecepatan topan ini mencapai 297 kilometer per jam. Warga AS mulai waspada dengan topan ini.

Sejumlah kota di Amerika Serikat kembali bersiap menghadapi badai Irma yang saat ini tengah bergerak dari timur laut kepulauan Karibia.

Otoritas menganggap masih terlalu dini memprediksi pergerakan badai itu menuju daratan AS. Namun, sejumlah ramalan cuaca menyebut angin topan tersebut bisa bergerak mendekati Florida pada akhir pekan ini.

Toko-toko di kota pun terlihat semakin ramai didatangi warga yang ingin membeli persediaan makanan dan kebutuhan lainnya sebagai persiapan menghadapi badai. Di Miami, sejumlah supermarket bahkan kehabisan pasokan air minum dan sejumlah bahan makanan lain.

“Kami telah melewati badai dan saat ini kami melihat, ‘Oh, akan ada badai lagi yang arahnya bisa saja bergerak menuju kota ini.’ Jadi lebih baik kita bersiaga daripada menyesal,” tutur Gre Andrews, seorang warga Florida, kepada CNN, Rabu (6/9).

Wilayah Miami-Dade pun memulai proses evakuasi warganya yang berkebutuhan khusus hari ini. Wali kota Carlos Gimenez mengatakan, otoritasnya akan mengumumkan proses evakuasi bagi warga lainnya dalam waktu dekat.

Bahayanya

Angin topan Irma dinobatkan sebagai angin topan terkencang yang terjadi di lautan Samudra Atlantis. Angin topan Irma masuk kedalam kategori 5 yang kecepatan anginnya bisa mencapai 290 km per jam.

Melansir dari VOX, Irma saat ini masuk ke dalam jajaran angin topan yang paling kuat yang pernah di rekam. Saking kuatnya angin topan tersebut, sebuah pulau di kepulaauan Karibia hilang dari peta.

Melansir dari the New York Post, Pulau Barbuda di kepulauan Karibia yang bisa dibilang tidak ditempati terkena dampak dari angin topan Irma. Hal tersebut diduga menyebabkan tiga orang meninggal.

Perdana Menteri Barbuda dan Antigua Gaston Browne melaporkan bahwa 90 persen bangunan di Barbuda telah hancur karena topan tersebut.

“Saat ini, Barbuda bisa dibilang sudah tidak berpenghuni lagi,” ungkap Browne kepada Antigua/Barbuda Broadcasting Services, dan menambahkan bahwa kehancuran rumah di pulau tersebut mencapai 1700 buah. (rel)

loading...

Tuliskan Komentar Anda