Kasihan, Nenek Saulina Divonis 1 Bulan 14 Penjara

Nenek Saulina Divonis 1 Bulan 14 Penjara

HORASNEWS.COM-Nenek Saulina boru Sitorus sudah ujur karena berumur 92 tahun divonis penjara 1 bulan 14 hari. Saulina alias Ompu, terbukti menebang pohon durian di tanah wakaf.

Vonis ini dibacakan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Balige, Kabupaten Toba Samosir, Sumater Utara, Senin (29/1).

“Menurut kami, terdakwa harus menjalani hukuman satu bulan empat belas hari,” ujar Marsahal, Ketua Majelis Hakim dan langsung mengetuk palunya.

Saulina alias Ompu Linda tampak bingung dan menatap hakim dengan air mukanya yang kuyu. Ia merintih, dan menjawab dalam bahasa Batak Toba.

“Unang be sai sidang be ahu bapak. Nungnga matua ahu, nungga loja ahu dihatuaon hu on (‘Janganlah sidang lagi saya bapak. Saya sudah lelah di hari tuaku ini.)” katanya, seperti dilansir tribunmedan.com

Ia sembari mengangguk kenarah hakim. Selanjutnya, menggunakan tongkat kayu bambu, Ompu Linda dipapah cucunya Helfina Rumapea ke luar Ruang Sidang.

Saulina kelahiran Oktober 1926. Ia lahir 19 tahun sebelum Indonesia merdeka.  Di masa senjanya, nenek ini masih aktif bertenun kais khas Batak, di kampungnya.

Usianya sudah uzur, fisik sudah semakin melemah dan tulang hanya dibalut dagingnya yang tipis berkerut. Dia hanya berharap bebas. Sebagai nenek yang lahir, jauh hari sebelum Indonesia merdeka, wajar Saulina tidak bergitu fasih berbasa Indonesia.

Ompu Linda mengaku tidak terlalu mengerti tentang apa yang dimaksudkan hakim kepadanya.

Namun dengan berbahasa Batak, yang diterjemahkan Boy pengacaranya dia menyampaikan agar tidak disidang lagi dengan berbagai pertimbangan. Disidang be ahu. Nungga loja ahu, dang boi be ahu mardalani. Nungga mattua ahu.” (Saya sudah tua, janganlah aku disidang-sidang lagi. Tak sanggup lagi karena sudah lelah di hari tuaku ini),” sebutnya dengan suara bergetar.

Penasihat hukum Ompu, Boy Raja Marpaung mengatakan akan pikir-pikir. Namun, usai persidangan mereka sepakat menyatakan banding.

“Kami akan menyatakan banding, karena sebelumnya Oppu Linda telah mendapatkan izin dari ahli waris lahan tersebut, yakni Kardi Sitorus,” ujar Boy.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Erthy Simbolon tidak mau berkomentar ketika diwawancarai soal tuntutannya sebelumnya, dia tidak menjawab. Perempuan berambut sebahu itu hanya bergegas keluar dari Ruang Sidang.

Saulina digugat Japaya Sitorus (70 tahun), teman sekampungnya, sesama warga Dusun Panamean, Desa Sampuara Kecamatan Uluan, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara.

Saulina dan Japaya masih terbilang saudara, sesama keturunan bermarga Sitorus. Japaya menggugat Saulina bersama enam orang lainnya.

Persoalannya bermula dari niat Ompu Linda dan keluarga besar bermarga Naiborhu membangun makam atau tugu leluhur dari suami dan leluhur, Naiborhu. Namun Japaya merasa dirugikan, karena Saulina dan anak/ponakan menebang pohon durian di atas tanah dijadikan tempat membangun tugu atau makam. (red)

loading...

Tuliskan Komentar Anda