Jembatan Gantung di Desa Madobak Mentawai Memprihatinkan

Jembatan Gantung di Desa Madobak Mentawai Memprihatinkan

HORASNEWS.COM-Jembatan di Dusun Buttui, Desa Madobak, Kecamatan Siberut Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai belum bisa dipakai baik pejalan kaki maupun roda dua karena kondisi jembatan itu mengalami kemiringan akibat sering dihantam arus deras dimusim hujan.

Kristinus Rauk Samalaibibi warga Buttui mengatakan, seringnya hujan di wilayah Desa Madobak dan sekitarnya membuat jembatan Dusun Buttui Desa Madobak rusak akibat terkena arus sungai yang deras banjir yang terjadi pada hari Rabu 14 Maret pada pukul 17.00 WIB. “Sementara hujan itu turun pada pukul 13.00 WIB selama lima jam banjir besar pun langsung menghantam jembatan itu,” katanya.

Akibat terjangan sungai tersebut bagian pondasi jembatan itu patah dan miring, penjalan kaki saat ini tidak bisa lagi mereka lalui, apa lagi kendaraan roda dua dari Desa Matotonan akses mereka untuk menujuh ke Muara terganggu dan itu salah satu akses masyarakat yang mengakibatkan aktivitas mereka terputus.

Dampak lain adalah pipa air Pamsimas yang berada dekat jembatan ikut patah yang akhirnya aliran sumber air masyarakat terputus karena sudah rusak.

“Papan lantai jembatan itu pun sudah dibongkar habis karena jika masyarakat lewat itu sangat berbahaya, awalnya jembatan yang hancur ini dibangun pada tahun 2014 melalui program PNPM,” katanya

Anggota BPD Kristinus Jano juga sangat menyayangkan jembatan yang hancur khususnya di Dusun Buttui. Karena sebelumnya jembatan itu pernah didanai dari anggran pemeliharaan pada tahun 2017 senilai Rp25 juta diambil dari anggaran APBN.

“Tetapi dengan anggaran tersebut percuma, ketahanan bangunanya tidak terjamin dimana saat banjir roboh dan hancur, jadi jembatan itu dibangun bukan membawa berkah, melainkan membawa bencana,” katanya.

Sampai saat ini belum ada respon dari pemerintah, masyarakat masih kesulitan untuk menyebrang mereka terpaksa harus berjalan dibawah, namun ketika banjir mereka harus menaiki sampan untuk menyeberang. (mentawaikita.com)

loading...

Tuliskan Komentar Anda