Jelang Idul Fitri, Tradisi Mangulame di Labusel

HORASNEWS.COM-Menjelang idul fitri, banyak bentuk dan ragam tradisi digelar masyarakat. Salah satunya adalah tradisi mengulame (membuat dodol) di daerah Sungai Kanan, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Sumatra Utara.

Proses pembuatan ulame tidak terlalu rumit, kalau dikerjakan sekarang. Jaman dulu, harus menggunakan alat tradisional, tetapi saat ini sudah menggunakan serba mesin.  Misalnya, membuat tepung beras, mengkukur kelapa dan memasaknya.

Ulame atau dodol ini hampir sama dengan pembuatanya di daerah lain. Terdiri dari adukan tepung, santan kepala, gula (baik gula merah dan putih) dan langsung dimasak di atas tungku.

Tradisi mangulame di Sungai Kanan ini sudah terjadi ratusan tahun lalu. Ulame (dodol) makanan orang –orang dulu jika di idul fitri nantinya.

“Sepangetahuan saya, mangulame di daerah ini sudah ada ratusan tahun lalu. Ulame ini dimakan di hari raya, karena dulu belum ada ragaman kue-kue,” ujar Bisman Harahap, tokoh masyarakat Huta Godang.

Meskipun ekonomi masyarakat rata-rata saat ini terasa merosot, yang namanya “mangulame” jelang lebaran tetap tidak tertinggalkan.

Sehingga tidak heran lagi, jika ada bahasa setempat yang mengatakan “inda tola dohot lebaran anggo indapodo mangulame” (tidak boleh ikut lebaran, jika belum buat dodol).

Rasanya ada yang kurang sebab selain lemang, ulame itu adalah makanan khas untuk berlebaran. Ulame ini selain ekonomis juga tidak mudah basi. (red)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here