Heboh , Jalan Sehat KPU Padang, Ini Penyebabnya

Nomor Ganda di Jalan Sehat KPU Padang

HORASNEWS.COM-Jalan sehat digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Padang, Sumatra Barat berakhir heboh. Hal ini dipicu ada nomor ganda saat pengundian hadiah terakhir jenis sepeda motor. Jalan sehat ini bagian sosialisasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2018.

Sejak awal proses jalan sehat sosialisasi Pilkada Wali Kota dan Wakil Wali Kota Padang digelar KPU Kota Padang, Sumbar, berjalan lancar, Sabtu (14/4). Hingga pembagian hadiah berjalan sesuai dengan mestinya.

Sontak penitia heran, saat nomor pengundian terakhir dicabut dengan hadiah sepeda motor. Satu nomor yang dicabut dengan nomor 01477 ini dimiliki dua orang peserta jalan sehat.

Pencabutan nomor dilakukan salah seorang anak-anak yang tengah berulang tahun hari ini (14-04-2018). Begitu dipanggil ke depan siapa pemilik nomor, tiba-tiba ada dua orang tidak saling kenal memenangkan satu sepeda motor ini.

Panitia dari KPU Padang inipun akhirnya heran. Yoserizal juga mengakui dialah yang berhak mendapatkan sepeda motor, karena memiliki nomor 01477. Begitu juga dengan Darwilis memiliki nomor yang sama. Artinya ada nomor ganda diundian jalan sehat KPU ini.

Keributanpun sempat terjadi karena sama-sama mengklaim berhak memenangkan sepeda motor tersebut. Panitia terpaksa mencari potongan satu lagi di dalam tabung undian. Setelah ditemukan, sobekan nomor undian serupa. Panitia tambah bingun dan keduanya (Yosrizal dan Darwilis) sama-sama mengklaim haknya.

Ketua KPU Padang Muhammad Sawati memutuskan yang nomor dicabutlah (Yoserizal) berhak mendapatkan sepeda motor. Akhirnya, keluarga Darwalis kesal dan masih menuntut haknya sebagai pemenang undian sepeda motor.

Jalan sehat digelar KPU Padang ini untuk mendongkrak partisipasi pemilih di Pilkada Kota Padang 27 Juni 2018. KPU Padang menargetkan 70 persen partisipasi pemilih untuk pemilihan Wali Kota – Wakil Wali Kota Padang.

KPU Padang Targetkan 70 % Partisipiasi Pemilih di Pilkada 2018

“Target ini diakui cukup berat namun sosialisasi terus digencarkan untuk menggenjot partisipasi pemilih. Salah satunya adalah menggelar jalan sehat  ini,” ujar M Sawati disela-sela jalan sehat Minggu (14/4).

Sawati mengakui, pada Pilwako tahun 2013 lalu, partisipasi pemilih di Kota Padang masih rendah 50 persen. Namun, untuk pemilihan gubernur – wakil gubernur (Pilgub) tahun 2015 partisipasi sudah mulai meningkat 62 persen dari DPT.

KPU telah menetapkan Daftar Pemilih Sementara (DPS) untuk pilkada 2018 sebanyak 536.045 orang yang terdiri dari 262.242 laki-laki dan 273.803 perempuan yang tersebar di 11 kecamatan pada 104 kelurahan yang ada di kota itu.

“Kami sudah menetapkan jumlah tersebut dalam rapat pleno, dan jumlah tersebut masih dapat diperbaiki hingga ditetapkan data pemilih tetap” ujarnya.

Di Kota Padang ada dua paslon yang berkompetisi, nomor urut 1 Emzalmi – Desri Ayunda dan nomor urut 2 Mahyeldi – Hendri Septa. Emzalmi – Desri diusung oleh koalisi tujuh partai politik sementara Mahyeldi – Hendri diusung dua koalisi parpol. (red)

loading...

Tuliskan Komentar Anda