Embarkasi Padang akan Berangkatkan 6.346 Calon Jemaah Haji ke Tanah Suci

HORASNEWS.COM-Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Padang, Sumatra Barat akan memberangkatkan  6.346 calon Jemaah haji terdiri 17 kelompok terbang (kloter). PPIH Padang menggunakan aplikasi telepon pintar untuk mendeteksi kondisi kesehatan calon jamaah haji.

PPIH Embarkasi Padang, Sumatra Barat menggelar pinalisasi pemberangkatan calon Jemaah haji di Embarkasi Padang, Kamis (12/07/2018). Hadir seluruh instansi terkait, seperti Dinas Kesehatan, Departemen Agama, Kepolisian, Perhubungan, Imigrasi dan pengguna jasa penerbangan.

Menurut Pelakasana Tugas Kepala Kanwil Kemenag Sumbar Irwan,  Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Padang, Sumatera Barat akan memberangkatkan 6.346 calon haji pada musim haji 2018 terdiri atas 17 kelompok terbang.

Hingga saat ini persiapan sudah tuntas, pada 16 Juli 2018, kloter pertama akan masuk asrama haji dan berangkat ke Tanah Suci pada 17 Juli, kata Pelaksana Tugas Kepala Kanwil Kemenag Sumbar Irwan.

Ia merinci dari 6.346 calon haji tersebut terdiri atas 4.613 calon haji asal Sumbar, 1.653 dari Bengkulu didampingi 80 petugas haji.

PPIH Padang menggunakan aplikasi telepon pintar untuk mendeteksi kondisi kesehatan calon jamaah haji.

Pada tahun lalu menggunakan kartu manual , sekarang cukup menggunakan gawai kemudian petugas menscrening kartu kesehatan elektronik milik jamah dan akan terbaca rekam medisnya.

Penggunaan kartu tersebut jauh lebih efektif dan karena semua rekam medis dari awal sudah tersimpan.

Pada tahun lalu begitu jamaah tiba di Asrama Haji semuanya dilakukan pemeriksaan secara manual di poliklinik memakan waktu hingga tiga jam untuk satu kloter.

Sekarang dengan aplikasi tersebut satu orang cukup satu menit dan yang akan diperiksa khusus adalah wanita usia subur atau jamaah yang dicurigai menderita penyakit baru dirujuk ke poliklinik untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Selain itu pada tahun ini juga ada yang berbeda karena untuk bisa melunasi biaya calon haji harus melampirkan surat keterangan kesehatan dan baru bisa masuk asrama jika sudah mengikuti vaksin meningitis.

Ttahun ini tim kesehatan hanya mengeluarkan rekomendasi layak untuk terbang atau tidak kepada jamaah jika memang ada yang ditemukan sakit. (red)

loading...

Tuliskan Komentar Anda