Dua WNA Diamankan Imigrasi Padang

HORASNEWS.COM-Dua orang turis asing diamankan Kantor Imigrasi Padang, Hari Jumat (27/10). Goncalo Maris Fernadez, 53 tahun, asal Portugal dan Chin Byung Hak, 45 tahun, asal Korea Selatan, diduga menyalahi visa yang dipakai.

Keduanya masuk ke Indonesia memakai visa kunjungan, namun ternyata bekerja mencari nafkah di Sumatera Barat.

Penyidik imigrasi kelas satu Padang, memeriksa Goncalo Mariz Fernadez karena diduga menyalahi visa kunjungan yang dipakainya masuk ke Indonesia. Goncalo datang ke Indonesia sejak sebulan lalu sebagai turis, namun ternyata dia bekerja sebagai surf guide atau pemandu peselancar untuk para turis asal negara-negara eropa.

Kasusnya terungkap setelah pihak imigrasi membaca di media sosial tentang pemandu peselancar asal Portugal di perairan Mentawai tersebut.

Pihak imigrasi akan mengumpulkan bukti-bukti terkait pelanggaran visa tersebut. Sebab menurut informasi yang diterima, Goncalo sudah berulang kali datang ke Sumatera Barat dengan visa kunjungan, namun dia bekerja di Mentawai. Jika ditemukan bukti-bukti yang kuat, pihak imigrasi kelas satu Padang akan mempidanakan kasus tersebut.

“Kami masih mengumpulkan bujkti-bukti dulu. Jika ternyata dia sudah melakukan pelanggaran ini berulang-ulang dalam kurun waktu yang lama, maka akan kami bawa kasus ini ke ranah hukum,” kata Hario Seto, Kasubsi Penindakan Kantor Imigrasi Padang.

Satu orang lagi warga negara asing yang diamankan imigrasi adalah Chin Byung Hak asal Korea Selatan. Dia masuk ke Sumatera Barat sebagai turis, namun kemudian bekerja sebagai guru di SMA Prayoga Padang.

Chin Byung Hak

Keduanya dianggap melanggar Undang-Undang Keimigrasian Nomor 6 tahun 2011 pasal 122 tentang penyalahgunaan izin tinggal, yang ancaman hukuman paling ringan adalah dideportasi.

Menurut data Kantor Imigrasi Padang, pihaknya telah mendeportasi 35 orang asing yang menyalahi izin tinggal pada tahun 2016 lalu. (dio)

loading...

Tuliskan Komentar Anda