Dua Sekolah di Mentawai tak Bisa UNBK, Gara-gara ini

Dua Sekolah di Mentawai tak Bisa UNBK, Gara-gara ini

HORASNEWS.COM-Dua Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatra Barat tidak bisa mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) yang dimulai 2 -5 April, tapi hanya bisa melaksanakan Ujian Nasional Kertas dan Pensil (UNKP).

Menurut Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno usai meninjau UNKB di SMK 9 Padang, Senin (2/4), penyebab SMK di Mentawai tidak bisa ujian memakai komputer karena jaringan internet yang tidak ada.

Saat ini di Sumatera Barat sudah 99,6 persen SMK menggunakan komputer, tinggal 0,4 persen yang tidak bisa mengikuti UNBK.

“Ini bukan masalah komputer tapi sinyal di daerah pelosok tidak ada dan sulit kita penuhi. Komputer bisa kita adakan, sinyal nanti kita bekerja sama dengan Telkom untuk menjangkau daerah-daerah. Secara keseluruhan UNBK di Sumatera Barat semua berjalan baik tidak ada masalah siswapun hampir semuanya hadir kalaupun ada yang sakit itu tidak signifikan sudah ada jadwal ujian susulan,” katanya.

Sementara untuk UN SMA/sederajat di Sumbar, ada 87 persen sekolah yang bisa mengikuti UNBK yang akan dilaksanakan 9-12 April. Kendalanya sama, SMA di pelosok tidak ada komputer dan tidak ada sinyal. “Kita usahakan kalau sinyalnya sudah bagus baru kita berikan komputer,” jelasnya.

Pelaksanaan UNBK ini sangat efektif dan efesien serta sangat bagus dibandingkan ujian nasional yang berbasis tertulis harus memakai pensil dan kertas. “Jauh sekali bagusnya dan amannya UNBK karena tidak perlu biaya banyak. UNBK pengamanannya sangat aman tidak perlu security, dulu waktu ujian tertulis memakai polisi mulai sejak percetakan sampai ke kantor polisi sampai ke sekolah, anak-anak mengerjakan lebih enak dan nyaman tidak heboh, kunci-kunci soal tidak bisa beredar kerna soalnya berbeda,” tambah Irwan.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat, Burhasman Bur menjelaskan untuk peserta UN SMK sebanyak 25.559 siswa, yang bisa ikut ikut UNKBK, 25.458 siswa sementara ujian terulis khusus SMK ada 101 orang. “Ini karena sinyal tadi tidak bisa mengikuti UNBK, tapi mereka tetap ikut UN dengan memakai kertas. SMK yang tidak bisa ikut UNBK ini di Mentawai, SMKN 1 Kepulauan Mentawai (Sipora Selatan) dan SMKN 2 Kepulauan Mentawai (Siberut Selatan)

Untuk UN SMA, total pesertanya 57.022 termasuk madrasah aliyah dan sederajat, namun yang tidak menggunakan sistem UNBK namun ujian tertulis (UNKP) ada 7.438 orang atau 13 persen.

Tahun depan, kata Burhasman, akan lebih banyak lagi peserta UNBK. “Kemarin kita mau melakukan pengadaan komputer tapi LKPP lembaga yang menangani e katalog itu berlum bisa dibuka pada awal Januari, baru bisa kita klik minggu kedua maret jadi tidak keburu sekarang dalam proses tahun depan pasti lebih banyak lagi,” katanya. (mentawaikita.com)

loading...

Tuliskan Komentar Anda