Bukittinggi Rawan Gempa Bumi

HORASNEWS.COM- BMKG Stasiun Geofisika Padang Panjang dan BPBD Kota Bukittinggi melakukan penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) tentang Pemanfaatan Informasi MKKuG untuk penanggulangan bencana diwilayah Kota Bukittinggi.

Kerjasama ini dalam rangka penanggulangan, antisipasi dan upaya meminimalisir dampak kerusakan dan kerugian akibat bencana yang disebabkan  faktor Meteorologi, Klimatoligi dan Geofisika di wilayah Kota Bukittinggi,

Perjanjian kerjasama ditandatangani di kantor BPBD Kota Bukittinggi, Selaa (5/9/2017). Rahmat Triyono selaku Kepala Stasiun Geofisika Silaing Bawah Padang Panjang yang mengkoordinasikan pelayanan informasi Meteorologi, Klimatologi, Geofisika dan Kualitas Udara di Provinsi Sumatera Barat. Sedangkan Musmulyadi, sebagai Kepala Pelaksana BPBD Kota Bukittinggi.

Penandatanganan perjanjian kerjasama ini disaksikan langsung Walikota Bukittinggi M Ramlan Nurmatias dan unsur forum komunikasi pimpinan daerah kota Bukittinggi serta jajaran SKPD se kota Bukittinggi.

Kota Bukittinggi  salah satu kabupaten di Sumatera Barat memiliki luas wilayah 25.24 km2. Kota Bukittinggi merupakan salah satu Kota di Sumatera Barat yang memiliki potensi bencana antara lain; banjir, tanah longsor, kebakaran hutan dan puting beliung.

Bukittingi juga merupakan daerah rawan gempa bumi khususnya bersumber dari Sesar Sumatera karena secara geologis dilalui oleh sesar Sumatera Segmen Sianok di Kota Bukittinggi.

Berdasarkan catatan katalog gempa bumi merusak BMKG, telah terjadi beberapa kali gempa bumi merusak di wilayah Kota Bukittinggi.

Catatan kejadian gempabumi merusak pertama dimulai dari gempabumi tanggal 28 Juni 1926. Gempa bumi dirasakan hingga Alahan Panjang, Singkarak, Muaro Bungo, dan Sijunjung. Akibat gempabumi ini, terjadi kerusakan bangunan di sekitar Alahan Panjang dan beberapa orang luka-luka di Singkarak.

Gempa bumi merusak kembali terjadi di Solok pada tanggal 6 Maret 2007 dengan magnitudo 6,4 SR yang goncangannya dirasakan di Bukittinggi, Payakumbuh, dan Solok dengan kekuatan VIII MMI.

Dampak yang dirasakan akibat gempabumi cukup fatal yaitu 67 korban jiwa, 826 korban luka-luka, dan kerusakan puluhan ribu rumah di wilayah Bukittinggi, Payakumbuh dan Solok (rel)

loading...

Tuliskan Komentar Anda