Beginilah Prosesi Masuk Latihan Silek di Kota Padang

Prosesi Masuk Latihan Silek di Kota Padang

HORASNEWS.COM-Silek, seni beladiri asli Sumatera Barat, atau yang dikenal juga dengan Silek Tuo Minang, belakangan sempat nyaris dilupakan. Setidaknya di kota Padang, jarang sekali ditemukan sasaran-sasaran silek yang aktif melaksanakan kegiatan belajar silek.

“Yang paling saya takutkan, guru-guru silek yang sudah tua-tua ini meninggal, ilmunya dibawa ikut terkubur, sementara tidak ada penerusnya, ini alamat Silek akan hilang dimuka bumi ini, padahal ini adalah jati diri kita sebagai orang Minang,” ucap Fauzi Bahar, ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia, saat mengahdiri pembukaan Sasaran Silek Tikam Tuo di kelurahan Sungai Sapih, kota Padang, Kamis (29/03/2018) malam.

Sasaran Silek Tikam Tuo di Sungai Sapih, termasuk salah satu sasaran silek yang sudah lama mati suri karena tidak ada aktifitas belajar silek hampir 20 tahun lamanya. Kamis malam itu, Sasaran Silek Tikam Tuo ini, dikukuhkan untuk dihidupkan kembali, untuk menurunkan ilmu-ilmu silek kepada generasi penerus di Sungai Sapih.

“Murid-murid yang belajar silek saya jamin tidak tersangkut kasus narkoba, tidak ikut kenakalan remaja juga pergaulan bebas, karena mereka hormat dan santun kepada guru, dan itu diajarkan di sasaran silek ini,” tambah mantan walikota Padang ini.

Untuk menumbuhkan kembali sasaran silek di kota Padang ini, Fauzi Bahar berharap agar silek dimasukkan kedalam kurikulum pelajaran sekolah.

Fauzi Bahar, ketua umum IPSI Sumbar

“Di kota Padang ini saja contohnya ada 600 sekolah SD SMP dan SMA, jika ada satu sasaran silat di sekolah, maka ada 600 sasaran silat di kota Padang, nantinya setiap sekolah akan mencetak pendekar-pendekar,” jelas Fauzi.

Bangkitnya kembali sasaran silek Tikam Tuo Sungai Sapih, tak lepas dari peran dan tanggung jawab tokoh-tokoh masyarakat Sungai Sapih yang tergabung di Balai Baiyo Batido Sungai Sapih. Membangkitkan kembali seni bela diri silek dan juga meningkatkan ilmu agama kepada generasi muda, merupakan salah satu program kerjanya.

“Kita sangat cemas jika akhlak generasi muda kita tergerus oleh kemajuan zaman dan pengaruh budaya asing, maka kami sepakat untuk kembali menghidupkan sasaran yang sudah lama vakum ini, sebab dalam sasaran silek ini tidak hanya diajarkan tentang beladiri, tapi juga budi pekerti dan agama,” terang Zainal Abidin Taher (Pak Mantan), ketua bidang budaya dan agama Balai Baiyo Batido Sungai Sapih.

Selain sasaran silek Tikam Tua, April 2018 sasaran silek yang ada di daerah Kabun kelurahan Sungai Sapih juga akan dihidupkan kembali. Setidaknya di Sungai Sapih saja sudah ada tiga sasaran silek yang hidup lagi setelah bertahun-tahun mati suri.(art)

loading...

Tuliskan Komentar Anda